Minggu, 16 Februari 2014

Kisah seorang single parent.



Sumber dari kisah ini mungkin agak aneh bagiku, karena aku mengenal dia, dan dia juga mengenal aku, tapi anehnya, kami belum pernah bertemu secara langsung, hanya komunikasi lewat telepon saja. Meskipun kami hanya komunikasi lewat telepon, seolah olah kami sudah saling kenal, bahkan seperti saudara sendiri, dia banyak menceritakan tentang kisah perjalanan hidupnya kepadaku. Dan untuk lebih jelasnya, mari kita ikuti kisah ini.

Kisah ini berawal dari perjalanan hidup seorang perempuan yang menjadi single parent, karena ditinggal pergi oleh suaminya gara gara ada pihak ke 3.

Perempuan cantik ini sebut saja namanya SRI, dia asli kelahiran kota S  28 tahun yang lalu, saat sekolah dulu, SRI ini terbilang berani, karena disaat banyak perempuan yang bersekolah di SMK ( dulu SMEA ), SRI malah sekolah di STM, yang notabane di dominasi para cowok.

Kurang lebih 6 – 7 tahun silam SRI menikah dengan laki laki bernama EKO asal kota P, dekat dengan kota kelahiranya, kehidupan SRI selepas menikah terbilang harmonis, tapi dari segi ekonomi mungkin bisa di katakana biasa biasa saja……karena dilihat dari pekerjaan EKO sebagai seorang buruh…..tak berapa lama mereka di karuniai anak perempuan yang cantik, yang wajahnya mirip ibunya sebut saja namanya NENA.

Hari berganti hari, bulanpun juga berganti , namun kehidupan SRI belum juga ada perkembangan, maka SRI memutuskan untuk merantau bekerja ke luar negeri, tepatnya di Negara pulau tetangga kita…….singapura…….padahal saat itu, usia NENA masih terbilang kecil, masih 1, 5 tahun, hal itu SRI lakukan hanya untuk mencari kehidupan yang layak dan bisa menyejahterakan keluarga dan anaknya, karena SRI tidak bisa mengandalkan penghasilan EKO yang hanya seorang buruh.

Setelah kurang lebih 1,5 tahun SRI merantau ke singapura, SRI akhirnya pulang, karena SRI tidak betah lama2 meninggalkan buah hatinya. Dan dari kepulanganya itulah awal dari bencana yang melanda bahtera kehidupan rumah tangganya. EKo ternyata sudah memiliki WIL, dan itu terang terangan di hadapan SRI, wanita mana sih yang rela jika suaminya berduaan mesra dengan wanita lain. Sejak saat itulah keributan sering terjadi di antara mereka, saking tidak betahnya, dan tidak bisa lagi mempertahankan kehidupan rumah tangganya, akhirnya SRI memutuskan untuk minta cerai, dan semua itu akhirnya di kabulkan oleh pengadilan agama di kota P.  SRIpun pulang  rumah orang tuanya di kota S sambil mengajak NENA sang buah hatinya.

Dua tahun berselang, NENA yang di asuh oleh SRI sudah saatnya masuk sekolah, saat itu usianya sudah menginjak 5 thn, karena hanya mempunyai penghasilan kecil dari bekerja di salah satu pusat perbelanjaan di kota S, SRI merasa tidak cukup untuk menyekolahkan NENA, maka dengan berat hati SRI memberanikan diri untuk minta bantuan kepada EKO mantan suaminya, untuk tambahan biaya sekolah NENA, tapi bukannya bantuan yang SRI dapat, melainkan jawaban yang membuat hati semakin teriris, di kira SRI tidak mampu merawat NENA. Dan sejak saat itulah, SRI tidak akan lagi minta bantuan ke EKO.

Dengan segala daya upaya, akhirnya SRI bisa menyekolahkan NENA di sekolah dekat rumahnya. Namun ternyata NENA punya riwayat penyakit sejak bayi, NENA mengidap penyakit bronchitis, jadi bertambah lagi beban yang di pikul oleh SRI, di samping harus menanggung hidup anknya, SRI juga harus memenuhi biaya berobat untuk NENA, dalam hati SRI berontak, "bagaimana aku bisa melakukanya, kenapa cobaan selalu datang menerpa", dan penyakit itu sering kambuh jika kondisi cuaca mulai dingin. Tapi SRI tidak menyerah, akan melakukan apapun supaya NENA bisa sembuh, asalkan halal akan SRI lakukan.

Sampai kisah ini ditulis, NENA masih dalam kondisi sakit, dan belum di bawa ke dokter, karena keterbatasan biaya, tapi SRI akan terus berusaha agar NENA secepatnya bisa di obati.
Sebagai seorang ibu sekaligus bapak bagi NENA, SRI tidak ada kata menyerah, bekerja dari pagi sampai malam akan dia lakukan demi membesarkan NENA, walaupun dia tau, sungguh berat ujian yang tuhan berikan kepadanya, tapi SRI yakin, suatu hari nanti akan menemukan apa yang dia cita2kan, demi masa depan NENA dan juga masa depanya.

Pesanku buat SRI, perjuanganmu gak akan sia2, lanjutkan perjuanganmu demi masa depan anakmu, karena anakmulah sumber dari semangat, inspirasi dan kekuatan kamu, jagalah NENA dengan baik, rawat dia, karena suatu hari nanti, NENA akan mewujudkan segala impian kebahagiaanmu.

1 komentar: