Sumber dari kisah ini mungkin agak aneh bagiku, karena aku
mengenal dia, dan dia juga mengenal aku, tapi anehnya, kami belum pernah
bertemu secara langsung, hanya komunikasi lewat telepon saja. Meskipun kami
hanya komunikasi lewat telepon, seolah olah kami sudah saling kenal, bahkan
seperti saudara sendiri, dia banyak menceritakan tentang kisah perjalanan
hidupnya kepadaku. Dan untuk lebih jelasnya, mari kita ikuti kisah ini.
Kisah
ini berawal dari perjalanan hidup seorang perempuan yang menjadi single parent,
karena ditinggal pergi oleh suaminya gara gara ada pihak ke 3.
Perempuan
cantik ini sebut saja namanya SRI, dia asli kelahiran kota S 28 tahun yang lalu, saat sekolah dulu, SRI
ini terbilang berani, karena disaat banyak perempuan yang bersekolah di SMK (
dulu SMEA ), SRI malah sekolah di STM, yang notabane di dominasi para cowok.
Kurang
lebih 6 – 7 tahun silam SRI menikah dengan laki laki bernama EKO asal kota P,
dekat dengan kota kelahiranya, kehidupan SRI selepas menikah terbilang
harmonis, tapi dari segi ekonomi mungkin bisa di katakana biasa biasa saja……karena
dilihat dari pekerjaan EKO sebagai seorang buruh…..tak berapa lama mereka di
karuniai anak perempuan yang cantik, yang wajahnya mirip ibunya sebut saja
namanya NENA.
Hari
berganti hari, bulanpun juga berganti , namun kehidupan SRI belum juga ada
perkembangan, maka SRI memutuskan untuk merantau bekerja ke luar negeri,
tepatnya di Negara pulau tetangga kita…….singapura…….padahal saat itu, usia
NENA masih terbilang kecil, masih 1, 5 tahun, hal itu SRI lakukan hanya untuk
mencari kehidupan yang layak dan bisa menyejahterakan keluarga dan anaknya,
karena SRI tidak bisa mengandalkan penghasilan EKO yang hanya seorang buruh.
Setelah
kurang lebih 1,5 tahun SRI merantau ke singapura, SRI akhirnya pulang, karena
SRI tidak betah lama2 meninggalkan buah hatinya. Dan dari kepulanganya itulah
awal dari bencana yang melanda bahtera kehidupan rumah tangganya. EKo ternyata
sudah memiliki WIL, dan itu terang terangan di hadapan SRI, wanita mana sih
yang rela jika suaminya berduaan mesra dengan wanita lain. Sejak saat itulah
keributan sering terjadi di antara mereka, saking tidak betahnya, dan tidak
bisa lagi mempertahankan kehidupan rumah tangganya, akhirnya SRI memutuskan
untuk minta cerai, dan semua itu akhirnya di kabulkan oleh pengadilan agama di kota P. SRIpun pulang rumah orang
tuanya di kota S sambil mengajak NENA sang buah hatinya.
Dua
tahun berselang, NENA yang di asuh oleh SRI sudah saatnya masuk sekolah,
saat itu usianya sudah menginjak 5 thn, karena hanya mempunyai penghasilan
kecil dari bekerja di salah satu pusat perbelanjaan di kota S, SRI merasa tidak
cukup untuk menyekolahkan NENA, maka dengan berat hati SRI memberanikan diri
untuk minta bantuan kepada EKO mantan suaminya, untuk tambahan biaya sekolah
NENA, tapi bukannya bantuan yang SRI dapat, melainkan jawaban yang membuat hati
semakin teriris, di kira SRI tidak mampu merawat NENA. Dan sejak saat itulah,
SRI tidak akan lagi minta bantuan ke EKO.
Dengan
segala daya upaya, akhirnya SRI bisa menyekolahkan NENA di sekolah dekat
rumahnya. Namun ternyata NENA punya riwayat penyakit sejak bayi, NENA mengidap
penyakit bronchitis, jadi bertambah lagi beban yang di pikul oleh SRI, di samping harus menanggung hidup anknya, SRI juga harus memenuhi biaya berobat untuk NENA, dalam hati SRI berontak, "bagaimana aku bisa melakukanya, kenapa cobaan selalu datang menerpa", dan
penyakit itu sering kambuh jika kondisi cuaca mulai dingin. Tapi SRI tidak
menyerah, akan melakukan apapun supaya NENA bisa sembuh, asalkan halal akan SRI
lakukan.
Sampai
kisah ini ditulis, NENA masih dalam kondisi sakit, dan belum di bawa ke dokter,
karena keterbatasan biaya, tapi SRI akan terus berusaha agar NENA secepatnya
bisa di obati.
Sebagai
seorang ibu sekaligus bapak bagi NENA, SRI tidak ada kata menyerah, bekerja
dari pagi sampai malam akan dia lakukan demi membesarkan NENA, walaupun dia
tau, sungguh berat ujian yang tuhan berikan kepadanya, tapi SRI yakin, suatu
hari nanti akan menemukan apa yang dia cita2kan, demi masa depan NENA dan juga
masa depanya.
Pesanku buat SRI, perjuanganmu gak akan sia2, lanjutkan
perjuanganmu demi masa depan anakmu, karena anakmulah sumber dari semangat,
inspirasi dan kekuatan kamu, jagalah NENA dengan baik, rawat dia, karena suatu
hari nanti, NENA akan mewujudkan segala impian kebahagiaanmu.
wanita hebat... salut
BalasHapus